Senja dan Renungan Bersama Secangkir Kopi

Image result for kopi senja
senja kopi

Senja bagiku adalah kumpulan keceriaan lewat bahasa sederhana langit keemasan. Aku ingin memilikinya. Berkawan dengan segala harap yang aku bangun di dalamnya.

Aku hanya tidak ingin kopi itu mendingin sendirinya dengan tergesa. Seperti senja yang terburu-buru menuju petang. Cangkir itu tak pernah protes ketika aku mengajaknya berdialog tentang hidup, tentang rindu, tentang cinta, pula tentang mimpi-mimpi dan kehangatan masa yang akan datang supaya senja seakan lama mampu kunikmati dengan sempurna. Sekalipun seorang diri.

Terkadang aku menganggap bahwa ketakutan terbesar dalam hidup saya adalah tidak bisa mengendalikan ego dalam diri. Aku takut ketika sulit membedakan antara ambisi dan obsesi. Tapi aku percaya bahwa setiap apa yang aku pilih dan aku jalani adalah indah pada tanggungjawabku.

Aku terus melangkah, menapaki jalur yang aku yakini baik. Bertahan dengan segala keterbatasan. Di dalam kopi selalu ada unsur pahit dan manis. Menurut saya dalam hidup pun demikian, selalu ada pahit manis yang akan menjadi sebuah kesempurnaan rasa. Kita tidak akan pernah tahu betapa manisnya hidup ketika kita tidak pernah merasakan pahit, begitu pula sebaliknya. Bagiku kopi dan senja adalah kombinasi yang tidak dapat dipisahkan. Senja selalu membimbing keceriaan dalam setiap aroma kopi yang aku hirup. Aroma kopi selalu membuat jantungku berdebar lebih semarak, seakan terkumpul lagi kekuatan untuk menghadapi hari ini, esok dan seterusnya. Senja di mataku selalu nampak indah. Lebih indah lagi aku berharap akan ada seseorang yang tulus menemaniku tuk menghabiskan senja, menceritakan tentang impian-impian dan cita cinta bersama. Semoga. :’)

“Filosofi Kopi”

Image result for filosofi kopi

Filosofi Kopi adalah sebuah buku fiksi karya Dewi Lestari yang akrab dipanggil dengan nama Dee. Selain Filosofi Kopi, karya lain Dee adalah Supernova, Rectoverso, dan Perahu Kertas. Melalui buku Filosofi Kopi ini, Dee ingin menghadirkan bagaimana perjuangan seorang yang memiliki hobi terhadap kopi dan memaknai kopi dari sudut pandang kehidupan. Buku ini dianugerahi sebagai karya sastra terbaik tahun 2006 oleh majalah Tempo . Pada tahun yang sama, Filosofi Kopi juga berhasil dinobatkan menjadi 5 Besar Khatulistiwa Award kategori fiksi.

Cerita utama dalam buku Filosofi Kopi bercerita tentang Ben dan Jody. Ben merupakan seorang barista yang handal dalam meramu kopi. Bersama Jody, dia mendirikan suatu kedai kopi yang disebut Filosofi Kopi Temukan Diri Anda Di Sini.

Ben memberikan sebuah deskripsi singkat mengenai filosofi kopi dari setiap ramuan kopi yang disuguhkannya di kedai tersebut. Kedai tersebut menjadi sangat ramai dan penuh pengunjung. Suatu hari, seorang pria kaya menantang Ben untuk membuat sebuah ramuan kopi yang apabila diminum akan membuat kita menahan napas saking takjubnya, dan cuma bisa berkata: hidup ini sempurna, dan Ben berhasil membuatnya. Ramuan kopi yang disebut Ben’s Perfecto tersebut menjadi yang minuman terenak hingga El (Julie Estelle) yang sudah berkeliling Asia karena kecintaannya terhadap kopi datang dan mengatakan bahwa rasa kopi tersebut hanya “lumayan enak” dibandingkan kopi yang pernah dicicipinya di suatu lokasi di Jawa Tengah.

Design a site like this with WordPress.com
Get started